
Cinta yang Tak Pernah Pergi
(Intro Spoken)
Di setiap langkah yang kuanggap sendiri,
ternyata ada cinta yang lebih dulu menunggu.
Aku mencari ke ujung dunia,
namun rumah itu selalu berada di dalam jiwa.
(Verse 1)
Kutapaki jalan yang panjang tanpa peta,
menghitung senja di antara luka.
Kupikir bahagia tinggal di kejauhan,
hingga lelah mengajarkanku arti pulang.
Angin membawa doa-doa yang lirih,
mengusap hati yang mulai letih.
Di balik sunyi yang tak bersuara,
ada kasih yang tak pernah sirna.
(Pre-Chorus)
Saat semua pintu perlahan tertutup,
cahaya-Mu tetap memeluk.
Saat dunia tak lagi mengenalku,
nama-Mu tetap memanggilku.
(Chorus / Drop)
Aku berjalan mencari-Mu,
ternyata Kau tak pernah pergi.
Di setiap detak, di setiap napasku,
cinta-Mu selalu menemani.
Tak ada malam yang abadi,
tak ada luka yang tak sembuh lagi.
Saat kuberserah dalam hening,
kutemukan damai yang mengalir bening.
(Verse 2)
Kupelajari bahasa hujan dan rindu,
bahwa sabar adalah jalan menuju-Mu.
Setiap air mata yang jatuh perlahan,
menjadi sungai menuju ketenangan.
Tak perlu lagi berlari jauh,
sebab cinta selalu berlabuh.
Dalam sujud yang paling sunyi,
jiwaku menemukan pelangi.
(Bridge)
Bila esok masih panjang,
izinkan langkah ini tetap tenang.
Bila badai kembali datang,
jadikan cinta-Mu sebagai pegangan.
(Final Chorus)
Aku berjalan mencari-Mu,
namun Kau telah lebih dulu di sini.
Di balik langit, di dalam hati,
Kau adalah cahaya yang abadi.
Biarkan langkah terus menari,
mengikuti irama semesta ini.
Karena cinta yang paling sejati,
adalah cinta yang tak pernah pergi.
(Outro Spoken)
Perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah,
melainkan seberapa dekat hati kembali pada cahaya.
Dan di sanalah...
aku akhirnya pulang.
Type one line — get a full song with vocals in about a minute.
Clone your voice. Cover anything. Free to try.